


Sampai aku menulis ini, aku masih tidak menyangka bahwa Zery akan menjadi teman hidupku. Jika kuseret lagi ingatanku, memang benar. Kehadirannya lebih banyak timbul ke permukaan memoriku.
Kami berteman sejak lama, sejak sekolah menengah pertama. Terlalu banyak hal yang kami jalani sebagai teman baik; naik gunung, menjelajahi air terjun, sekedar berkeliling bahkan camping. Di sana ia selalu hadir dalam bentuk uluran tangan, genggaman tangan, dan mata yang terus memastikanku baik-baik saja.
Waktu terus mempertemukan kami, kejadian demi kejadian terus mengaitkan kami berada pada jalan yang sama. Terus menerus seperti itu, sampai aku kebingungan sendiri, apakah memang dia yang semesta hadirkan untukku?
Aku belajar lebih dulu tentang diam.
Tentang menahan.
Tentang bagaimana menjadi kuat bahkan saat tidak ada yang benar-benar memeluk.
Lalu aku bertemu dengannya.
Bukan di waktu yang sempurna.
Bukan juga dalam versi terbaik dari diriku.
Aku hadir dengan banyak keraguan,
dengan cara mencintai yang belum sepenuhnya utuh,
dan dengan hati yang masih belajar percaya.
Tapi Zery tidak pernah meminta aku untuk menjadi seseorang yang lain. Ia tidak buru-buru.
Tidak memaksa. Tidak pergi saat aku diam terlalu lama.
Ia tinggal di sini bersamaku.
Pelan-pelan, aku mulai mengerti, bahwa cinta tidak selalu datang sebagai sesuatu yang besar dan menggelegar.
Sampai hari itu tiba, hari di mana laki-laki itu mengucapkan ikrar yang sakral, aku berjanji kepada Tuhan bahwa cinta yang tak sempurna bisa menjelma keajaiban juga.
Titip doamu dan berkatilah pernikahan kami,
Cinta yang penuh,
dari Mega dan Zery
Dimohon untuk mengisi konfirmasi kehadiran di bawah ini.
Ucapkan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai untuk hari bahagia mereka.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
BSI
1055645678
Mega Petri Pira