Ditulis oleh Waktu, Ditetapkan oleh Takdir
Di sebuah kedai kopi di sudut Bogor, takdir mempertemukan dua hati.
Bukan kebetulan, bukan pula sekadar temu—
Namun rancangan indah dari cinta yang diam-diam telah disusun oleh mama kami.
Senyum pertama, percakapan hangat,
menjadi awal dari cerita yang tak kami duga.
Waktu membawa kami lebih dekat.
Dalam keheningan yang penuh makna,
terucap niat untuk melangkah bersama, bukan sekadar singgah.
Keseriusan tumbuh, dan cinta mulai menemukan rumahnya.
Satu pertanyaan sederhana namun penuh harapan,
“Maukah kau menikah denganku?”
Dan dengan hati yang mantap, jawaban pun terucap—
Ya, untuk sebuah hidup bersama.
Dikelilingi keluarga terkasih,
kami mengikat janji dalam balutan restu dan doa.
Di D’Bakoel, cinta kami diteguhkan,
bukan hanya antara dua insan, tapi juga dua keluarga yang kini menjadi satu.
Kini kami melangkah, tangan dalam tangan,
menuju hari di mana cinta kami akan disempurnakan.
Dengan hati bersyukur, kami undang hadirmu
menjadi saksi kisah cinta yang ditulis oleh Tuhan sendiri.
Please fill in the attendance confirmation below.
Without reducing our respect, for those of you who wish to give us a token of your love, you can do so via: