Fanisa
Fanisa Farah Zahra
Putri Keempat dari Empat Bersaudara
Bapak Kusna Mulyana
& Ibu Enden Rita Juhaeti
Fathin
Muhammad Syafiq Al Fathin
Putra Pertama dari Dua Bersaudara
Bapak Tatang Suryana (alm.)
& Ibu Aning Nurani
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.”
– Sapardi Djoko Damono
2016
Pertemuan pertama kami hanyalah sebaris waktu. Dalam tatapan itu tersimpan makna yang tak sempat diucap, tetapi telah lebih dulu dimengerti oleh hati.
2017
Semenjak itu, mata saling mengenal dan hati mulai bicara. Tak ada janji besar yang tersampaikan. Semua hanyalah rasa yang tumbuh sederhana. Sampai akhirnya, kami sepakat untuk tidak lagi berjalan sendiri.
2020
Kami belajar tumbuh bersama, saling memahami tanpa perlu banyak kata. Menemani satu sama lain di antara jarak dan rindu yang silih berganti, hingga waktu sendiri yang akhirnya mengajarkan arti bertahan dan mencinta dengan cara yang tenang.
2024
Dari waktu ke waktu, kami menyadari bahwa rasa ini bukan lagi sekadar kebersamaan, melainkan niat yang perlahan tumbuh menjadi keyakinan untuk melangkah ke arah yang lebih serius.
2025
Hingga akhirnya, keyakinan itu membawa kami pada langkah yang lebih pasti. Kami mengikat janji untuk saling menjaga, dan kini bersiap menapaki babak baru menuju rumah yang sama.
“Kalau mendung hitam sudah di atas kepala, Jangan larang hujan turun ke bumi. Kalau angin bertiup dengan kencangnya, Jangan larang daun-daun kering berguguran. Kalau senyummu selalu mekar dalam hatiku, Jangan larang aku tetap setia dan rindu padamu.”
– D. Zawawi Imron
Dimohon untuk mengisi konfirmasi kehadiran di bawah ini.
Ucapan Selamat & Do'a